Jumat, 27 Januari 2012

Sabang Part 2


Heuuummm...
lama gak sempat online, gak tahu mau lanjut tentang apa..
tapi tadi pas lagi ngubek2 partisi2 hard disk laptop nemu foto2 pas di Sabang kemarin.. nah langsung dah kepikiran buat lanjutin coret moret tentang Sabang Part 2, hehe..

Okey...
setelah baliho besar itu menyambut kedatangan kami, maka our little journey pun di mulai..
datang sebagai newbie, membuat kami merasa tertantang bak bule Senegal yang tercecer disana..
hheee.
Setelah menyelesaikan semua urusan di bagian Imigrasi (eaaa), misi kami selanjutnya adalah cari penginapan atau sejenisnya setelah kecapean dan kepusingan (peu bahasa nyoe?) selama perjalanan, setelah itu baru yang lainnya menyusul.
tepat jam 4 sore kami menemukan penginapan yang super YAHUT (harganya..heheheh).
Lokasinya pas di depan Gedung Kesenian Kota Sabang.
banyak pilihan "hotel" (baca: losmen atau apalah) disana, dan kebetulan yang punya tempat kami menginap namanya PUM (Penginapan Untuk Manchunian kata teman saya yang kebetulan sangat menggilai klub sepakbola asal kota Manchester tersebut..heheheh)
Kamarnya sih bisa di katakan sempit, sekitar 4 x 2,5 meter per tamina, tapi sesuai lah dengan harganya.
Dilengkapi 3 single bed plus satu  mattress  tambahan (karena kami berempat dan ingin mesra dalam sekamar, jadi di pas in lah ambil satu kamar, sekalian penghematan.. :D)
Tarifnya yang double tempat tidur, sang empunya mematok harga Rp. 60.000,- per malam.
Sedangkan yang kayak punya kita, tripel tempat selonjoran, si pemilik memasang tarif Rp. 80.000 per malam, tapi karena kami memakai tambahan satu mattress di kamar itu, jadilah tuh kamar harganya Rp. 90.000 per malam.
Walaupun kamar mandinya tidak ada di kamar, tetapi saya pikir sesuai lah..
(budget kecil tapi pengen fasilitas super, ngimpiiiiii.. :D)
hehehehehehehe...
But overall, okelah, sesuai harapan..
Langsung bungkus dah untuk 2 malam menginap.


Dan..
masalah penginapan pun selesai..
What next??

Heeeuuummm...
Setelah sempat mutar2 di sekitar lokasi yang namanya Sabang Fair dan menyempatkan diri untuk jeuhak bu supot, jadilah sisa sore hari itu hanya di lalui dengan bersangak dan beristirahat ria di tempat penginapan.

Jum'at malam tanggal 13 Januari 2012.
Malam itu kita habiskan dengan sedikit mutar2 keliling Sabang Bawah and sangak di tempat kayak culinary center gitu, kata Uda yang jualan Sate Padang, nama tempatnya Pujasera (Pusat Jajanan Selera Rakyat).
Tempatnya seru kayak lapangan, kurang lebih 2 kali ukuran lapangan bola volly atau sedikit lebih besar gitu, di tengah2nya lah tertata deretan kursi tempat anak manusia menunaikan hasrat ke-starving-annya.
Dan di sepanjang pinggir "lapangan" terdapat penjual segala macam kuliner yang sungguh memanjakan lidah.
Mulai dari dari putu bambu, apam keubeu, aneka mie, sampai sate gurita ada disana. COMPLETE PLETE PLETE (yang peunteng kapieng mantong beu jai...:D)


Randhy teuhieng depan entry gate Pujasera

Yang satu manikmati satenya, satu lagi teungoh seutim...heheheheh


Selesai makan, pulang, ngorok.
:D

Keesokan harinya..
Sabtu 14 Januari 2012, mutar2 pun di mulai..
Rute pertama pagi itu adalah heeeuuumm apa ya?
Gak ada sih, jalan aja kemana kaki membawa..heheheh..
sampai akhirnya rute pagi kami menjadi: Losmen > Tugu 0 KM Indonesia> balek ke Iboih > Gapang dan sekitarnya.
Berangkat sekitar jam 9 pagi dari losmen, tujuan kami pertama adalah mengunjungi sebuah "tonggak" yang menjadi titik pertama tanah kebanggaan saya dan tanah kebanggaan kita semua, yaitu NKRI.
disitulah letak kilometer 0 Indonesia di tentukan.
Tepat di bawah kaki si kawan, itulah KM 0 Indonesia.


Serius Mengeja

Dari KM 0 Indonesia, kemudian pergembelan dilanjutkan ke salah satu kawasan pantai yang paling fenomenal se Sabang, yaitu daerah Iboih.
Ke Sabang tapi tidak ke Iboih, sama saja kayak mandi gak pakek air.
:D
Iboih adalah kawasan terdekat untukmencapai pulau Rubiah, yaitu sebuah pulau yang perairan di sekitarnya terkenal dengan coral dan ikan warna-warninya, kalau orang bilang mah sorganya scuba diving atau snorkling.
tapi walaupun katanya itu sorge buat underwater adventure, kami tidak tertarik (baca: tidak sanggup) untuk memasukinya, karena you know lah....mari kita kembali ke..
WISATA HEMAT ALA MHSW.
:D
hehehe..
kami cuma bisa coret2 pasir, lari2 kayak di Kuch Kuch Hota Hai dengan latar belakang pulau rubiah yang padahal nyaris bisa di capai hanya dengan berenang.

Rubiah ada di belakang si kawan
Pulau yang ada di belakang si kawan, sejauh yang saya tahu itulah, si neng Rubiah. Ini yang di namakan, "niat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai". Tapi kami berjanji pada diri sendiri (ceilee) bahwa suatu saat kita akan kembali lagi kesini dengan persiapan yang lebih matang dan mencoba lagi apa yang Sabang bisa tawarkan ke kami.
Oooyyyee...
:D
Tapi tenang, untuk sekedar mencicipi kami sempat melakukan snorkling di pantai yang tidak begitu jauh dari kawasan Iboih, yaitu di pantai Gapang.

Eaaaaa...apakah harus begini posenya?
Tempat snorkling di Gapang juga lumyan, yaitu di sekitar perairan berbatu yang di temani pohon2 Gapang yang menjorok ke laut-Gapang adalah nama pohon yang tumbuh di sekitar pantai ini dan menjadi asal mula nama pantai ini berasal (katanya sih).


Dari Gapang kami makan siang dan balik ke kota Sabang setelah sempat menunaikan shalat dhuhur di sebuah mesjid yang di pintu toiletnya terdapat tulisan yang mungkin mejadi cikal bakal lahirnya kata "PRIA" yang dengan mudah dapat kita temukan dalam peradaban modern zaman sekarang. hehehehehe..


Sabang memang pulau yang komplit saya pikir, bayangkan saja di pulau yang "sekecil" itu terdapat berbagai keindahan alam yang melimpah, termasuk sebuah danau bernama Aneuk Laot, dan sebuah air terjun yang saya tidak tahu namanya..
MasyaAllah..Subhanallah..

Air Terjun...ada penampakan tu,,heehehehe..


Masih banyak yang ingin di share tentang wet2 di Weh Island ini, cuma nanti aja di lanjutkan lagi curhatan yang tidak seberapa mana ini, okey my blog..
see you..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar