Senin, 29 Agustus 2016

My Supra, My Hero

80K SOMETHING KILOMETERS.
----------
Menjelang musim ujian kelas 3 adalah saat pertama kamu datang.
Kau hadir sebagai nikmat dari sebuah dedikasi.
Hadir sebagai bagian dari sebuah penebusan.
Figur sederhana yang bahkan kalah jauh jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki rekan sejawat kala itu, malah hingga saat ini.
------------
Masuk tahun ke 8 dalam kebersamaan kita, hari ini saya ingin berterima kasih karena telah jadi companion tulus nan bijaksana.
Saya minta maaf untuk jasa yang kadang tak terbalas.
Sering tak terdengar walau yang kau inginkan hanya sekaleng oli baru, saya ralat, yang kau butuh bukan hanya sekedar ingin.
Maaf, karena sering membuatmu gelisah karena indikator bahan bakar yang senantiasa berkedip, and I am fully aware of that evil smile of yours saat tiba-tiba tersedak di jalan karena isi tangkimu kosong, yeah I learnt my lesson.
Maaf, karena aku belum bisa memberimu layanan premium saat yang pantas kau  dapatkan malah sudah di level Pertalite.

Terima kasih sudah jadi teman mendaki bersama, dari masih bocah dengan energi berlebih yang berseragam SMA sampai tuntas mengantar lulus sarjana.

Suatu saat, bisa saja Tuhan mengantarkan aku ke Supra yang kata depannya dimulai dengan Toyota, namun Supra dengan awalan Honda adalah dimana semuanya berasal.

Mendaki Geurutee di siang terik, menembus hujan di perbukitan Samahani, bocor ban di tengah Seulawah.

Dan adek itu, akui saja, kau juga senang waktu kita berdua bertamu hari raya ke rumah adek itu, walau pulangnya menggigil hujan-hujanan dari Sigli ke Samalanga.

Kita mengeluh, tapi cuma sedikit. Setelah itu kita berdua kembali tersenyum. Petualangan-petualangan sederhana yang memiliki ceritanya sendiri. Terima kasih untuk 80 ribu kilometer bersama.

readmore »»