Kamis, 28 Februari 2013

Hakuna Matata



Buat kita yang suka dengan film Disney, mungkin pernah tahu sebuah film legendaris yang rilis sekitar pertengahan '90anThe Lion King. Ya, sebuah film animasi tentang perjalanan hidup seorang anak singa di daratan Africa sana, Simba. Bagaimana enaknya hidup Simba saat pertama datang ke dunia dengan status sebagai pangeran, karena merupakan anak dari si raja hutan, King Mufasa dan Queen Sarabi. Bagaimana saat Simba mulai hidup dalam kesulitan, menghadapi pengkhianatan dari orang terdekatnya, pamannya sendiri Uncle Scar. Momentum disaat Simba kehilangan ayahnya. Bagaimana heroiknya saat dia berusaha membangun keberaniaan untuk mengklaim kembali apa yang secara sah menjadi haknya. Semua motivasi yang membangkitkan kembali semangat juang Simba itu tak terlepas dari sebuah ungkapan yang dirangkum dalam sebuah lagu oleh dua sahabatnya si Little Simba, Timon dan Pumbaa. Mereka merupakan 2 sahabat aneh yang terdiri dari seekor Weasel dan Babi Rusa. Mereka yang pertama menolong Simba saat dia kehausan di gurun dan baru saja mengalami kekacauan di Pride Land nya.

Adapun lagu yang digaungkan si Timon dan si Pumbaa dalam menjalani hidup bahagia mereka adalah sebuah lagu penyemangat yang berjudul Hakuna Matata. Timon dan Pumbaa jugalah yang mengajarkan Simba untuk hidup dalam sebuah naungan filosofi yang bernama Hakuna Matata tersebut, yaitu sebuah ungkapan yang kira-kira berarti, Jangan Khawatir. Sebuah pelajaran untuk gaya hidup simpel yang benar-benar dipraktekkan oleh dua sahabat tersebut, Timon dan Pumbaa.


Hakuna Matata lebih dari sekedar teriakan penyemangat buat orang-orang yang mau memaknainya, itu adalah gaya hidup. Gaya hidup untuk orang yang optimistis, gaya hidup untuk orang yang percaya akan hikmah agung dibalik suatu kejadian, gaya hidup untuk mereka yang percaya kalau Allah tidak akan meninggalkan kita jika kita masih menempatkan Dia di hati, gaya hidup untuk selalu tersenyum seberat apapun hempasan yang datang. 

Hakuna Matata juga mengajarkan bagaimana caranya untuk tidak selalu mengeluh, ungkapan itu membuat orang yang percaya menjadi lebih tenang saat thing-goes-wrong moment terjadi di kesehariannya. Hakuna Matata magically encourages me to believe, there's a silver lining behind every dark cloud. Ada terang disebalik gelap, ada Tuhan untuk kembali disebalik jalan yang salah. Dengan keoptimisan, memanfaatkan kesempatan,  usaha yang maksimal, do'a yang tulus, sedikit keberuntungan, plus Hakuna Matata semuanya akan baik-baik saja.

And I think, this is the end of the post, mudah-mudahan sedikit bermanfaat untuk kita semua yang suka mengeluh, lupa bersyukur, suka memikirkan kalau Allah meninggalkan kita. Allah sudah atur semuanya, dari langkah, rezeki, jodoh, maut semua sudah ada dalam check list Nya. Tinggal kita saja yang harus senantiasa berusaha dan berdo'a dalam setiap kesempatan yang ada. Hakuna Matata. Wassalam.
readmore »»  

Selasa, 26 Februari 2013

Alasan Agan-agan Menjadi Mapala Kampus (Mahasiswa Paling Lama)


Barusan mampir di Kaskus, dan nemu salah satu hal menarik disitu. Isinya tentang alasan-alasan para mahasiswa yang telat selesai kuliahnya. Ane yakin, setiap MAPALA pernah merasakan yang demikian, minimal salah satu dari beberapa alasan tersebut. Berhubung nyangkut di hati, ya ane pindahin aja kesini, kalau mau link asli tempat ane comot bisa kok langsung ke link yang ane pasang dibawah postingan. But untuk sekarang, mari kita cekibrot dulu yang ada disini apa saja alasan para mahasiswa paling lama untuk betah bikin kampus jadi tempat tinggal kedua.

1. Kuliah karena terpaksa 

Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan.. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

2. Salah jurusan

Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu

Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas

Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.

5. Menekuni hobi secara berlebihan

Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)

Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus

Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur.. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.


Nah.. Ane sendiri juga khawatir, minimal sama salah satu dari alasan-alasan di atas. :'(

Sumber: KASKUS
readmore »»  

Senin, 25 Februari 2013

Heuumm...


Iseng obrak-abrik note Facebook. Lagi bersih-bersih disitu eh disalah satu pojokan note nya tiba-tiba nongol ini, puisi pendek yang ane coret-coret pas jaman penjajahan dulu, disitu tertanggal 4 November 2009, sudah lumayan lama juga yee. Postingan note yang berjudul Heuumm... tersebut pada dasarnya adalah puisi tentang seseorang yang memiliki banyak mimpi, tapi dia terlalu takut untuk hidup dengan mimpinya dan malah terjebak dengan hal-hal yang menurut dia bukan jalannya. Jadilah ia seperti sesuatu yang hanya mengalir dibawa arus hidup. Sengaja gak ane edit lagi bahasa sama tanda bacanya, biar kesan 4LaY nya lebih terasa. Hehe. :)

Apa yg harus ku tantang??
Siapa yg harus ku tawan??
Tak ada...

Ingin mengamuk..
Tp sama siapa???
Ingin menakluk..
Tp untuk apa??

Waahhh..
Semua tambah gawat ketika kesempatan ini harus di hadang oleh rasa percaya diri yg ambruk..

Pengecut memang bukan kata yg pantas..
Pecundang pun bukan ungkpan yg tepat..
Tp apa.... Entahlah..
Hanya wktu yg bisa menjawab makna atas hampa ku..



Ntu dia.. Mungkin jalan satu-satu untuk ane mengambil hikmahnya dari pelajaran diatas adalah, jika kita susah untuk menggapai apa yang kita suka, cobalah untuk menyukai apa yang kita bisa capai. Mungkin tersimpan secuil kebaikan disetiap niat jahat, dan bisa jadi tersembunyi kenistaan yang besar dibalik topeng perbuatan mulia, hanya Dia yang lebih bijaksana. Kita tidak pernah tahu itu baik atau buruk sampai kita menjalaninya sendiri. Do our best and let our God does the rest. Itu saja sih.. Wassalam.
readmore »»