Rabu, 02 Januari 2013

Coretan Random, Hidupmu Tujuanmu


Blog ini, bisa dikatakan tempat ‘sampah’ dari apapun yang datang ke pikiranku. Senang, sedih, kalut, panik, gelisah, atau apapun itu namanya, akan lebih mudah bagiku untuk mengatakan semua hal itu kesini, dalam bentuk tulisan-tulisan sederhana yang jauh dari istilah terorganisir ini. Sepele memang, tapi bagiku, coretan-coretan itu lebih dari sekedar coretan. Mereka teman, teman yang tak pernah mengeluh, teman yang tak pernah merasa jenuh mendengar isi hati 4L@y dari seorang aku. Begitu juga dengan sekarang, blog ini sekali lagi setia mendengar tumpahan kecamuk hati. Dan malam ini, aku kembali ingin membagi tentang sesuatu yang ingin dibagi.
Manusia, makhluk yang penuh rasa, pemikiran, ambisi, dan tujuan hidup. Saya, anda, dia, dan mereka, kita sama, punya cita yang mengeruk raga lahir dan jiwa batin kita, punya ambisi yang harus di kejar, punya cinta yang harus di gapai walau bongkahan rintang mantap merebak dalam hadang di depan mata. Semua berlomba-lomba untuk mendapatkan apa yang mereka sebut kemenangan. Kemenangan dalam bentuk kilau merahnya Ferrari, Taj Mahal megah yang menjulang dengan tulisan Dr. Fulan di gerbangnya, butik Sophie Martin di ruang keluarga, berdiri sejajar bahu dengan para pemikul bangsa, bersihnya kopiah putih yang melekat di kepala bang haji  Hamzah, tetapnya nikmat iman dalam mengingat Tuhan dan surgaNya, ataupun sekedar sukses untuk bisa rutin tersenyum di sebalik kasarnya kulit wajah hasil tempaan getirnya hidup.
Cita-cita, berhasil membuat umat manusia sumringah menjadi khalifah bumi, tetapi peliknya cita-cita pula lah yang terkadang membuat manusia muak dengan segala tetek bengek dunia ini. Ambisi bisa merajah semangat dan bangga penuh makna jika hal tersebut jelma nyata, tetapi terkadang ambisi jua lah yang akan menempatkan anak Adam ke dalam hampa tak berujung, putus asa berantai, atau khilaf jadi keji. Cita-cita dan semangat juang adalah pola dasar yang akan mengasah kejernihan hidup.
Tidak seperti mereka, aku mungkin bukanlah seorang yang ambisius, kata orang ini sifat yang sangat tidak baik. Semua blur, samar-samar bahkan seterang apapun jalannya, keremanagan tetap porsi utama yang menghiasi hidupku. Sejauh mana capaian dalam hidup yang ingin ku buat, defenisi itu harus ku temukan. Mindset positif tingkat dasar harus aku terapkan. Ambisius dan bersemangat. Bahwa, aku juga bisa seperti mereka, si IPK 3,7, si anak mandiri yang dadanya membusung bangga dengan hidupnya. Tetapi, aku terlalu takut untuk mencoba. Aku terlalu hanya mencoba mengikuti alur yang ada, keluar dari tantangan dalam ketatnya persaingan dengan resiko tertinggal  di belakang atau bahkan terinjak.
Sebenarnya tujuan hidupku sederhana, ingin merasakan mentari pagi hari ini dengan senyum, menemani hariku dengan senyum, ingin melihat anak istriku tersenyum, menutup hari dengan senyum. Senyum paling tulus yang pernah di rasakan manusia manapun di dunia. Senyum tulus karena bahagia dalam hidup, senyum karena aku menjadi orang paling beruntung di dunia dengan memiliki mereka. Kaya lahir bagiku itu bonus, bonus dari bongkahan emas kasih sayang yang jauh di lubuk sana.
readmore »»